Chapter 10 – Gunung

Enam anggota regu pendakianku sudah berkumpul. Reguku terdiri dari 5 laki-laki dan 2 perempuan. Aku, Tyo, Hendrik, Zaenal, Agung, Via dan Novi. Eva, gebetanku yang notabene adalah tetangga Tyo malah tak satu regu denganku. Eva bergabung dengan regu pendakian dari Organisasi Mapala Kampusnya. Dia dan regunya memilih jalur pendakian Gunung Sumbing via Kaliangkrik. Sedangkan aku dan reguku memilih jalur pendakian Gunung Sumbing via Garung. Seperti yang dikatakan Eva. Kami berjanji akan bertemu di puncak Gunung Sumbing.

Lebih dari tiga jam pendakian, langit mulai gelap. Awan yang tadinya putih berubah warna menjadi abu. Pemandangan yang tadinya indah menjelma menjadi suram. Saat itu aku dan regu pendakianku berada di antara Pos 2 dan Pestan. Kami harus segera tiba di Pestan sebelum hujan turun. Perasaanku menjadi tidak enak. Semua anggota regu sudah mengenakan jas hujannya masing-masing. Rintik-rintik hujan mulai turun. Pestan masih jauh. Akan berbahaya jika hujan menjadi deras sebelum kami mendirikan tenda. Celakanya itulah yang terjadi. Hujan lebat diiringi angin kencang menerpa kami.

Zaenal segera mengambil tenda dari tas carriernya ketika kami sudah tiba di Pestan. Para gadis, Via dan Novi duduk menunggu kami para lelaki mendirikan tenda. Setelah selesai, kami bertujuh pun segera masuk. Berlindung dari dingin dan mencekamnya malam itu. Kami semua basah kuyup. Jas hujan yang kami kenakan tidak 100% melindungi kami dari ganasnya badai. Arlojiku sudah menunjukkan pukul 19.38. Sudah lewat jam makan malam. Kami makan seadanya yang bisa kami makan tanpa harus menyalakan kompor. Dalam hati aku mengkhawatirkan Eva. Semoga saja di jalur pendakian Gunung Sumbing via Kaliangkrik tidak terkena badai.

Akhirnya cuaca menjadi cerah. Pagi itu kami bangun disambut dengan pemandangan Gunung Sindoro yang terlihat jelas dari sini. Novi yang sudah bangun sejak jam 3 pagi terlihat sedang menikmatinya di luar tenda. Aku, Tyo dan Zaenal menyalakan api unggun tak jauh dari tenda. Lumayan untuk menghangatkan badan di tengah dinginnya angin di pagi itu.
“Selamat tahun baru!” kata Tyo. Menyambut Hendrik, Agung dan Via yang baru bangun. Kami semua tersenyum. Pengalaman tahun baru yang luar biasa memang.
“Ayo nggawe sarapan, cah! Laper banget tadi malem cuma makan roti.” ujar Zaenal.

Ku ambil smartphoneku. Berharap bisa mengucapkan “Selamat tahun baru” kepada Eva. Tapi ternyata tidak ada sinyal. Setelah sarapan pagi itu, reguku meninggalkan tenda. Melanjutkan pendakian.
“Permisi. Mas, ini jalan yang bener ke kiri atau ke atas ya?” tanyaku kepada seorang pendaki dari regu lain. Ini memang kali pertama kami mendaki ke Gunung Sumbing. Jadi regu kami bingung ketika bertemu dengan jalan yang bercabang.
“Ke kiri, Mas. Kalau ke atas itu nanti ketemunya puncak bayangan. Puncak aslinya masih jauh, harus melewati Pos 3 dulu.” jawabnya.
“Oh, oke. Terima kasih, mas.” ujarku.

Untung cuaca hari itu sangat cerah. Setelah beberapa jam pendakian kami pun akhirnya tiba di puncak Gunung Sumbing. Pemandangannya indah sekali. Di sana aku pun mencari Eva. Supaya mudah mencarinya, kemarin sebelum pendakian kami sudah janjian. Di DM Twitter ia bilang ia akan mengenakan sweater oranye ketika sampai di puncak, sedangkan aku akan mengenakan jaket merah.

Setelah jalan ke sana ke mari, aku tak juga menemukan Eva. Mungkin regunya masih dalam perjalanan menuju puncak. Aku sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan Eva. Rencananya aku akan menyatakan cintaku kepadanya di sini. Di puncak Gunung Sumbing. Tyo dan Via memanggilku. Mereka mengajakku foto bersama seluruh anggota regu pendakian kami. Sembari menunggu Eva tiba di puncak, aku dan reguku berfoto-foto. Menikmati view megahnya panorama alam yang memesona.

Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s