Chapter 9 – Pokemon Go

Usai mendengar kabar bahwa Nintendo telah bekerja-sama dengan Niantic untuk meluncurkan sebuah aplikasi game augmented-reality Pokemon Go di pertengahan tahun 2016, aku langsung mencarinya di Google Play Store. Sayangnya aplikasi tersebut belum tersedia di Indonesia. Aku pun mencari jalan lain. Sebuah situs yang menyediakan file apk untuk aplikasi-aplikasi Android. Setelah berhasil mengunduh Pokemon Go, aku senang sekali menjadi salah satu dari orang-orang pertama di negaraku yang bisa mengakses game paling ngetrend di tahun 2016 ini.

Hampir setiap hari aku keliling kompleks. Nongkrong di dekat Pokestop untuk mengambil beberapa pokeball dan item lainnya setiap 5 menit sekali. Pokestop yang paling ramai dikunjungi adalah Pantai Losari. Di sana aku berhasil menangkap beberapa Pokemon langka, diantaranya adalah Hitmonchan dan Meowth. Lelah usai jalan kaki berkeliling pantai, aku singgah di sebuah Waralaba untuk membeli minuman segar. Aku kaget. Ternyata Nita dipindahkan bekerja di sini. Sebelum aku selesai berbelanja, Nita meraih telepon genggamku dan menuliskan nomornya di sana.

Pulang dari Pantai, aku langsung tidur. Malamnya aku coba mengirimkan pesan ke nomor Nita. Dibalas. Cepat sekali balasannya. Sepertinya ia memang sudah menungguku untuk menghubunginya. Kami pun asyik bertukar pesan semalaman. Hari demi hari, akibat sering chat dengannya aku mulai mengenal dia. Nita ternyata adalah sepupu dari seorang teman lamaku, Fara. Rumahnya tak jauh dari rumah Fara. Aku pun diundang untuk bermain ke rumahnya.

Ayunan pohon tua terlihat di halaman rumah Nita. Fara dan Nita menyapaku dari teras lantai atas. Aku pun masuk ke halaman rumahnya. Mereka menyambutku dan mengajakku untuk nongkrong di lantai atas. Kami ngobrol-ngobrol menghabiskan malam itu bertiga. Entah mengapa aku merasa nyaman. Padahal aku dan Nita baru saja berkenalan.

Sayangnya Nita dan aku tak pernah jadian. Beberapa hari setelah perayaan Idul Adha, Nita berangkat ke luar kota. Ia akan pindah rumah. Aku memberikannya sebuah kotak sebagai kenang-kenangan. Kenanganku bersama Nita yang paling berkesan adalah saat kami di danau berdua menikmati pemandangan halo di langit. Malam itu bulan nampak bercincin. Itu juga adalah kali pertama aku menyaksikan secara langsung fenomena alam yang disebut halo. Indah sekali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s