Chapter 6 – Langit

Di SMP seangkatanku, kurang lebih ada tiga kubu. Kubu pertama adalah kubu anak-anak gaul yang berisi murid-murid yang selalu update mengikuti fashion dan trend-trend kekinian. Kubu kedua adalah kubu anak-anak rajin yang berisi murid-murid pintar dan fokus kepada pelajaran di sekolah. Aku termasuk kubu ketiga, yaitu kubu anak-anak nakal yang sering terlambat masuk kelas dan tidak mengerjakan tugas. Meskipun begitu aku tetap mau berteman dan memahami pola pikir kubu-kubu yang lain. Itulah mungkin penyebabnya aku bisa menjadi ranking 1 saat kelas 3 semerter 1 dan aku juga termasuk murid yang populer di angkatanku. Buktinya banyak perempuan yang menyatakan cintanya kepadaku selama di SMP.

Tika adalah perempuan pertama yang menyatakan cintanya kepadaku secara langsung, Tina adalah perempuan pertama yang menyatakan cintanya kepadaku melalui surat cinta, sedangkan Yanti adalah perempuan pertama yang menyatakan cintanya kepadaku melalui telepon. Aku menolak mereka semua. Alasannya karena Tika sudah kuanggap sebagai sahabatku dan Tina sudah kuanggap sebagai sepupuku. Sedangkan Yanti, alasanku menolak cintanya adalah karena saat itu aku sedang naksir dengan Nana.

Waktu aku sudah duduk di bangku SMA kelas 2 di hari saat Nana mencampakkanku, aku menghibur diri bersama teman-temanku bermain ke rumah Yanti. Entah mengapa di sana aku merasakan aura berbeda terpancar dari diri Yanti. Ia nampak begitu memesona. Hari itu pun langit kelihatan jauh lebih cerah dari hari-hari sebelumnya. Aku merasa sangat menyesal dulu pernah menolak cinta Yanti. Setelah adegan Nana meninggalkanku di pantai itu, aku mulai mendekati Yanti. Tapi sayangnya ternyata Yanti sudah ada yang punya. Jadi aku hanya bisa mendekatinya sebatas teman saja. Hingga pada akhirnya aku bisa move on dan jadian dengan Sari.

Setelah aku putus dengan Sari dan pindah sekolah ke luar kota, mungkin Yanti merasakan hal yang sama seperti hal yang aku rasakan ketika Tika pindah sekolah keluar kota. Kami pun jadi sering berkomunikasi melalui telepon maupun media sosial. Pada suatu hari aku menyatakan cintaku kepada Yanti. Saat itu pikirku meskipun Yanti menolak cintaku, setidaknya perasaanku yang terpendam kepadanya selama ini sudah aku ungkapkan. Tapi ternyata Yanti menerima cintaku.

Sahabat baikku, Tika sangat marah kepadaku. Dia mengatakan bahwa aku berubah setelah aku berpacaran dengan Yanti. Tika adalah sahabat Yanti sejak SMP. Entah apa yang terjadi di antara mereka berdua. Yang aku tahu setelah aku berpacaran dengan Yanti, Tika memutuskan hubungan persahabatannya dengan Yanti. Aku merasa sangat tidak enak.

Kurang lebih, kisah cintaku bersama Yanti mirip dengan kisah cintaku dengan Tika. Hubungan kami pun berakhir karena kesibukan kami masing-masing dan karena tidak adanya komunikasi. Hingga pada tahun 2016, aku berjumpa lagi dengan Yanti setelah berpisah selama 8 tahun. Kuhampiri ia di rumahnya. Kulihat ia mengenakan kaos merah sedang duduk di ruang tamu membaca sebuah Novel yang berjudul Sunset & Rosie. Ia menyambutku dengan senyuman sambil membukakan pintu pagar rumahnya. Yanti masih terlihat sangat memesona. Dari rumah Yanti pun langit masih nampak lebih cerah daripada hari-hari sebelumnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s