Chapter 5 – Putih Abu-Abu Lagi

Dulu waktu aku duduk di bangku kelas 2 SMA, aku mulai merasa tertekan dengan pelajaran dan segala hal tentang sekolah. Sejak saat itu aku jadi sering bolos. Meskipun di sekolahku memiliki kebijakan untuk memberikan sanksi drop-out kepada muridnya yang bolos dengan total 3x atau 3 hari selama bersekolah di sana. Terima kasih kepada guru-guru killer yang tidak benar-benar memperhatikan muridnya. Absen kehadiranku di rapor selalu bersih dari bolos. Karena sekertaris kelasku adalah teman baikku. Jadi dia tetap menuliskan bahwa aku hadir di absen kelas, meskipun kenyataannya aku bolos.

Setiap pagi aku bolos ke Warnet atau ke Game Center. Di sana aku bermain Game MMORPG hingga siang. Kemudian aku pulang ke rumah. Tidak ada satu pun dari keluargaku bahwa aku sering bolos saat itu. Sore hari biasanya aku bermain ke rumah Iwan. Kadang-kadang juga aku bermain ke rumah teman bandku, Rama dan Icha. Saat band kami membutuhkan seorang keyboardist, aku memperkenalkan Rian kepada teman-teman bandku. Dulu Rian adalah keyboardist terbaik di SMP. Rian memang terlahir di keluarga musisi. Dari sinilah aku mulai akrab dengan Rian.

Setelah Nana meninggalkanku di pantai itu, kini aku menjadi seorang jomblo. Mengetahui itu Rian mencoba memperkenalkanku dengan salah satu teman perempuannya. Namanya Sari, ia adalah sahabat dari pacar Rian. Pacar Rian dan Sari adalah siswi sekolah lain. Kami sering bermain ke sekolah mereka saat jam pulang sekolah. Di sana aku semakin dekat dengan Sari. Kami berempat sering menghabiskan waktu nongkrong di lapangan depan sekolah mereka.

Singkat cerita, akhirnya aku jadian dengan Sari. Lalu kami sering double date berempat. Aku dengan Sari, sedangkan Rian dengan Isna. Hampir setiap hari kami berpacaran di depan sekolah mereka setelah pulang sekolah. Kadang-kadang kami berpacaran di Warnet sambil membuka Friendster. Friendster adalah media sosial pertama yang booming di Indonesia. Sekali-sekali kami double date ke Mall. Jarang sekali aku berkomunikasi dengan Sari melalui telepon. Karena biasanya memang setiap hari kami bertemu dan ngobrol sepuasnya dari siang hingga sore.

Sebelum matahari terbenam aku selalu mengantarkan Sari pulang ke rumahnya. Begitu juga Rian dan Isna. Karena malamnya Sari harus kerja paruh waktu sebagai kasir di sebuah kios telepon genggam, Rian harus menjeput Ibunya yang berjualan di kantin sebuah Rumah Sakit, sedangkan Isna memang tidak diijinkan oleh orangtuanya untuk keluar di malam hari.

Pada suatu hari di penghujung tahun 2008, Isna mengatakan sesuatu kepadaku. Ia membongkar rahasia sahabatnya, Sari. Sebenarnya niat Isna baik. Tapi sayangnya terjadi kesalah-pahaman antara kami. Isna mengatakan bahwa sebenarnya Sari memiliki banyak pacar selain aku. Aku tahu memang Sari adalah perempuan cantik yang juga berpostur menarik. Jadi wajar jika banyak cowok lain yang mendekatinya. Tapi aku sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Isna.

Aku kebakaran jenggot. Akhirnya aku pun memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Sari. Ia menangis. Ia mencoba untuk menjelaskan semuanya kepadaku. Tetapi aku tidak mau mendengar semua penjelasan Sari. Hingga pada keesokan harinya saat aku sudah mulai tenang, Isna datang kepadaku. Isna mewakili Sari untuk menjelaskan semuanya.

Isna mengatakan bahwa Sari hanya ingin aku tahu bahwa memang dia memiliki banyak pacar lain selain aku, tetapi ia sudah memutuskan semua pacarnya karena dia ingin serius berpacaran denganku seorang. Di saat itu juga aku menyesali sikapku kepada Sari. Seharusnya aku mendengarkan penjelasan yang lengkap agar aku tak salah memahami sesuatu. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Tinggal beberapa hari lagi aku harus pindah sekolah ke luar kota. Jika aku kembali berpacaran dengan Sari sepertinya kami tidak akan sanggup menjalani Long Distance Relationship. Satu hal yang selalu kuingat dari Sari, dia adalah satu-satunya mantan pacarku yang sangat suka dengan warna hijau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s