Chapter 4 – Titanium

Dulu aku pernah membeli sebuah cincin titanium untuk aku berikan kepada pujaan hatiku sebagai hadiah ulang tahun sekaligus pernyataan cintaku kepadanya. Sayangnya cincin itu hilang bersama harapanku untuk memilikinya. Di hari ulang tahun Nana, ternyata dia jadian dengan cowok lain.

Setelah sekitar setahun, aku dan Nana dipertemukan kembali. Aku masih menyimpan nomer telepon rumah Nana. Awalnya saat pulang sekolah aku iseng meneleponnya di wartel. Dari situ kami mulai sering telepon. Kadang aku meneleponnya lewat telepon umum dan kadang juga lewat wartel. Hingga akhirnya Nana diberikan telepon genggam oleh orangtuanya. Mungkin orangtuanya kesal karena setiap kali ada telepon yang masuk ke telepon rumahnya adalah telepon untuk Nana.

Perasaan yang dulu pernah ada, kini bersemi kembali. Tapi posisiku saat itu sedang berpacaran dengan Fani. Jadi aku mencoba untuk menjaga jarak dengan Nana. Sayangnya aku tak mampu menahan godaan Nana. Ditambah lagi, Fani kini sering bercerita tentang mantan pacarnya yang bernama Putra. Akhirnya aku dan Fani putus dengan cara baik-baik. Aku menjelaskan kedekatanku dengan Nana kepadanya. Kami pun sepakat untuk kembali ke cinta lama kami masing-masing.

Sebulan setelah aku putus dengan Fani, aku menyatakan cintaku kepada Nana. Tepat tanggal 5 di bulan itu, kami jadian. Beberapa minggu sebelumnya, Fani juga telah kembali berpacaran dengan Putra.

Banyak hal yang sudah aku lupakan tentang ceritaku bersama Nana. Kisah cintaku bersamanya adalah kisah terumit yang pernah kualami. Singkatnya setelah masa-masa indah kami berpacaran, kami mengalami masa-masa jarang berkomunikasi karena terlalu gengsi untuk memulai percakapan. Akhirnya hubunganku dan dia menjadi renggang.

Nana memang perempuan yang cantik, pintar, dan juga baik. Saking baiknya dia selalu merespon cowok lain yang mencoba untuk mendekatinya. Sebagai pacar, sudah sewajarnya jika aku cemburu. Dan sebagai pacar, seharusnya Nana lebih menghargai perasaanku. Setidaknya itu yang dulu ada dalam benakku. Sejak saat itu aku mulai mencoba mengabaikan Nana.

Pada suatu hari saat libur sekolah, aku berencana berkumpul dengan teman-teman alumni SMP. Kami janji berkumpul di depan SMP kami. Di sana aku bertemu dengan Iwan, Susi, Rahman, Rian dan Ina. Entah kenapa saat itu aku melihat Ina tampak begitu cantik. Kami berenam sepakat untuk bermain ke rumah Yanti. Setibanya di rumah Yanti, lagi-lagi entah kenapa saat itu aku melihat Yanti tampak begitu cantik. Entahlah, mungkin karena aku merasa kesepian karena diabaikan oleh pacarku sendiri.

Keesokan harinya masih tidak ada kabar dari Nana. Sampai beberapa hari pun masih tidak ada kabar. Aku memutuskan untuk menghubungi Nana duluan. Kami pun bercakap-cakap. Nana mengatakan bahwa ia merindukanku dan ia sangat senang karena aku menghubunginya. Tapi dalam hati aku merasa bahwa Nana berbohong. Kalau memang Nana merindukanku, seharusnya dia menghubungiku dari kemarin-kemarin. Akhirnya aku meminta Nana untuk bertemu denganku besok di pantai.

Siang itu, di pantai aku bertemu dengan Nana. Aku katakan padanya bahwa aku ingin mengakhiri hubunganku dengannya. Kugenggam tangannya, lalu seolah-olah kupakaikan cincin di jari manisnya. Kuceritakan kepada Nana tetang kisah cincin titanium yang hilang bersama hilangnya harapanku untuk memilikinya dulu. Lalu kukatakan kepadanya bahwa cincin yang kukenakan kepadanya ini adalah cincin yang tak terlihat. Cincin ini seperti cinta yang tak bisa terlihat oleh kasat mata, tetapi bisa dirasakan. Cincin ini pun tak dapat dilepaskan. “Biarlah cincin ini menjadi kenang-kenangan terakhirku bersamamu.” ucapku. Air mata Nana menetes. Ia tak ingin aku melihatnya. Ia pun pergi meninggalkanku sendirian di pantai itu.

Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s