Chapter 4.5 – Danau

Selingkuh itu indah. Kira-kira seperti itulah anggapan beberapa orang. Pastinya mereka yang beranggapan demikian adalah para pelaku selingkuh, bukan orang-orang yang menjadi korban perselingkuhan.

Jauh sebelum menginjakkan kaki di kota Ujung Pandang, aku sudah lama menjalin hubungan dengan Nia. Awalnya ia menjadikanku sebagai tempatnya mencurahkan isi hatinya. Khususnya saat Nia dan pacarnya sedang ada masalah. Lama-kelamaan kami jadi sering berkomunikasi. Mungkin Nia merasa nyaman denganku. Akhirnya kami pun terjebak dalam hubungan tanpa status. Karena pada saat itu posisiku sedang berpacaran dengan Nana. Tetapi Nia tidak tahu bahwa aku sudah memiliki pacar.

Iwan menghampiriku di sore hari. Kami jadi pergi ke rumah Nia. Di sana aku dan Nia bertemu kembali untuk pertama kalinya setelah berpisah selama bertahun-tahun. Orangtua Nia sedang tidak ada di rumah. Kami menghabiskan malam itu berlima bersama adik dan sepupu Nia. Sebelum jam menunjukkan pukul 11, aku dan Iwan pamit pulang. Tanpa aku sadari, telepon genggamku tertinggal di rumah Nia.

Nia membuka telepon genggamku. Ia membuka dan membaca hampir semua pesan singkat yang ada di kotak masuk. Dari situ Nia mulai tahu hubunganku dengan Nana. Esoknya Nia mendatangiku untuk mengembalikan telepon genggamku. Di sana aku menjelaskan semuanya kepada Nia. Untung ia mau mengerti dan menerima keadaanku. Nia sama sekali tak menunjukkan sikap marah kepadaku. Malahan esoknya aku berjalan-jalan bersama Nia, menghabiskan waktu seharian berdua mengelilingi kota. Di tempat lain, Nana masih sibuk dengan urusannya.

Keesokan harinya Nia mengajakku ke danau. Di sana sedang diadakan lomba mancing se-kota Ujung Pandang, Ibunya Nia menjadi salah satu panitia penyelenggara acara tersebut. Karena aku tak memiliki kendaraan, akhirnya aku menyuruh Icha untuk menjemputku. Kami berdua pun berangkat ke sana.

Setelah acara berakhir, Nia mengajakku menemaninya pergi ke tempat pasien. Nia adalah mahasiswi jurusan medis. Habis itu, Icha mengajak kami pergi ke danau lain yang terletak di dekat kampus. Di sana kami menikmati senja bertiga hingga matahari benar-benar tenggelam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s