Chapter 2 – Brownies

Dulu saat kelas 3 SMP sebelum Tika pindah sekolah ke luar kota, dia pernah membuatkanku kue Brownies. Tika adalah perempuan pertama yang membuatkan kue khusus untukku. Kenangan yang sangat manis, semanis kue Brownies buatannya. Bagiku kue Brownies buatan Tika adalah makanan terenak yang ada di seluruh dunia. Sejak saat itu kue Brownies menjadi makanan kesukaanku.

Saat itu aku tak menyadari bahwa Tika membuatkan kue tersebut khusus untukku. Aku pikir dia memberikan itu untuk sekedar berbagi bekal. Brownies yang diberikan Tika cukup banyak. Aku tak sanggup menghabiskannya sendirian. Akhirnya kue tersebut aku bagikan ke teman-teman. Tika pun jadi marah kepadaku.

Setelah berpisah selama bertahun-tahun, aku dan Tika dipertemukan kembali melalui media sosial yang bernama Facebook. Kami bertukar cerita melepas perasaan rindu. Aku pun diperkenalkan dengan pacar barunya. Singkat cerita, tak lama setelah itu kami kehilangan komunikasi lagi.

Beranjak masuk kuliah, ada sebuah media sosial bernama Twitter yang sedang booming. Aku mulai keranjinggan ngetweet setiap hari. Di sana aku bertemu kembali dengan Tika. Saat itu aku dan Tika sama-sama berstatus jomblo. Akibat komunikasi yang sangat lancar akhirnya cinta yang lama bersemi kembali. Diam-diam aku masih menganggapnya sebagai pacarku. Karena memang sejak saat kami jadian belum pernah ada kata putus. Tapi Tika tak beranggapan sama.

Hampir setiap hari aku dan Tika saling mention di Twitter. Membahas apa saja. Saling berbagi cerita tentang kehidupan kami masing-masing. Kami sangat akrab. Meskipun kami tak pernah benar-benar kembali berpacaran, tapi kedekatan kami melebihi kedekatan orang yang berpacaran. Mungkin karena kami bebas menjadi diri kami sendiri tanpa harus menjaga image. Kadang kami masih saling memanggil dengan sebutan Papa dan Mama dengan maksud bercanda tentunya. Kami pun punya anak imajiner. Tika menyebutnya Budhi Junior. Di khayalan kami, Budhi Jr. ada bersama Tika.

Saat aku dan Tika masing-masing telah memiliki pacar baru, kami masih menjalin komunikasi seperti biasa. Layaknya sahabat baik yang tak dapat terpisahkan meski jarak membentang. Meskipun ketika kami putus dengan pacar kami masing-masing kemudian memiliki pacar baru lagi, kami tetap seperti ini. Banyak mantan pacarku yang cemburu kepada Tika.

Akhirnya di tahun 2012 aku memutuskan untuk menjaga jarak dengan Tika. Penyebabnya adalah karena pacarku saat itu sangat cemburu kepada Tika. Aku ingin menghargai perasaan pacarku saat itu karena aku merasa benar-benar mencintainya. Sejak saat itu aku mulai mengabaikan Tika.

Bersambung

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s